Bangunan Bekas Penjarahan Menjadi Sarang Penjahat
January 26, 1999

Media Indonesia

JAKARTA (Media): Gedung kantor dan bangunan pusat perbelanjaan yang menjadi korban pembakaran dan penjarahan pertengahan Mei 1998 terkesan seram dan disinyalir sering menjadi tempat persembunyian penjahat. Terutama bangunan yang dibiarkan telantar tanpa dipagari seng di sekelilingnya. Sudah cukup banyak warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Apalagi dengan maraknya trend kejahatan jalanan belakangan ini. Kapolres Jakarta Selatan Letkol Pol Hari Prasetya membenarkan beberapa gedung eks kerusuhan memang dijadikan penjahat sebagai tempat persembunyian.

''Sering kali ketika terjadi kejar-kejaran, para penjahat masuk ke dalam gedung. Dengan bentuknya yang bertingkat dan gelap, tentunya mudah bagi mereka untuk mencari tempat persembunyian di sana,'' kata mantan Kapolres Baucau Timtim itu.

Demi keamanan bersama, aparat keamanan mengajak para pemilik gedung bekas kerusuhan untuk bersama-sama menjaga keamanan gedungnya. Gedung-gedung yang rusak, ditinjau dari segi keamanan, memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi di lingkungannya.

Kerawanan tersebut tidak hanya menyangkut aspek keamanan. Tetapi keberadaan gedung-gedung yang rapuh juga merupakan ancaman yang dapat membahayakan masyarakat sekelilingnya. ''Misalnya saja gedung yang terbakar dan belum dibangun hingga sekarang. Akibat kebakaran tersebut, bangunan itu akhirnya menjadi rapuh dan mudah roboh. Hal tersebut tentunya cukup membahayakan lingkungan sekitarnya,'' ungkap Kadispen Polda Metro Jaya Letkol Pol Edward Aritonang.

Ia menunjuk bekas bangunan Pusat Perbelanjaan Plaza Cileduk berlantai lima yang runtuh Rabu (21/01) lalu. Akibat reruntuhan itu sedikitnya sepuluh unit kios yang ada di sisinya tertimbun. Menurut catatan Media, tiga kios bahkan hancur berantakan. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain itu untuk kepentingan pemilik gedung sendiri karena gedung-gedung eks kerusuhan menjadi incaran pemulung untuk mengambil bekas-bekas bangunan dan besi tiang penyangga. Kejadian ini, ungkap Kadispen, akan menambah kerawanan di sekitar gedung tersebut.

Dengan kehadiran pemulung yang mengambil bekas-bekas bangunan dan tiang penyangga, maka gedung akan rapuh dan sewaktu-waktu ambruk. ''Seperti kejadian di Lodan Ancol bulan lalu. Seorang penjarah yang mengambil pipa besi penyangga gedung tewas akibat terjatuh,'' papar Aritonang. Karena itu, Aritonang mengimbau, pemilik gedung mau memperhatikan keamanan bekas gedungnya. Memberi pagar di sekitar gedung agar orang tidak mudah masuk. ''Atau meruntuhkan gedung tersebut seperti tuntutan para pedagang Cileduk untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,'' kata Aritonang lagi. (Dex/J-2)