4000 Ekor Ayam Dijarah di Kendal
January 5, 1999

detikcom

detikcom, Kendal-Setelah terbiasa menjarah barang-barang elektronik, material bangunan, sembako, hingga peternakan udang, kini ayam petelor menjadi materi penjarahan urutan ke sekian. Minimal ini tercermin pada penjarahan yang terjadi di Kendal, Jawa Tengah pada Selasa (5/1). Ayam petelor yang dijarah milik penguasa Edi Susanto, dan jumlahnya mencapai 4000 ekor.

Penjarahan bermula dari nasib naas empat dari tujuh calon pencuri ayam yang mati akibat kena aliran listrik yang melindungi peternakan itu. Semula, mereka terang-terangan minta ayam ke penjaga peternakan. Karena permintaan itu cukup tidak masuk akal, penjaga tentu saja tidak respek pada mereka. Ditolak, tujuh orang yang minta ayam itu nekat. Mereka berusaha menerobos peternakan. Penjaga jadi panik. Lantas dia mengalirkan listrik ke kawat yang melindungi areal peternakan. Akibatnya, empat orang pun menemui ajalnya.

Tragedi itu segera tersebar ke masyarakat sekitar lokasi kejadian. Mereka marah dan beramai-ramai membobol peternakan. Mereka menjarah ayam petelor itu hingga ludes dan meninggalkan lokasi penjarahan dengan tenang. Tidak terlihat ada aparat keamanan yang mencegah penjarahan itu. Selain merampok ayam, penjarah juga merusak bangunan kantor peternakan itu bahkan terlihat ada orang yang berusaha meruntuhkannya.

Salah seorang penjarah, sebut saja Budi, mengaku bahwa ayam jarahannya dijual ke pasar desa terdekat. "Kami jual dengan harga Rp 7000 hingga Rp 10.000," kata dia.

Setelah ayam, apa lagi yang jadi korban penjarahan?