Upaya Bebaskan Sandera Gagal
January 04, 1999

Kompas

Sedikitnya enam warga tewas dan puluhan luka-luka akibat perlawanan warga terhadap operasi ABRI bersandi Satgas Wibawa 98 ke beberapa lokasi untuk membebaskan Mayor (Mar) Edi Suyanto dan seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) Kodim Aceh Utara, yang disandera massa, hari Minggu (3/1). Di antara warga tewas terdapat seseorang yang bersenjata AK-47.

Enam korban yang tewas di RSU Lhokseumawe adalah, Hamzah (45) penduduk Desa Pusong Baru, Idris Abdullah (45) penduduk Blang Mangat, Hamdani (35) penduduk Lhokseumawe, serta Daud, Akbar, dan Hasan, ketiganya penduduk Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Akibat bentrokan itu, hubungan lalu lintas Banda Aceh - Medan terganggu karena dipasangnya perintang tiang listrik dari beton yang dilakukan warga sekitar Kandang dan Matangkuli. Polisi mengalihkan arus lalu lintas, terutama angkutan bus umum melalui jalan Mobil Oil.

Lokasi-lokasi yang diserbu dalam operasi Satgas Wibawa 98 itu adalah Desa Kandang, Paloh, Pusong di Kecamatan Muara Dua, dan Buluh Blang Ara dan Simpang Kramat di Kecamatan Kuta Makmur, 20 km selatan Lhokseumawe. Satuan ABRI terdiri dari personel Korem 011/LW, Kodim, sejumlah personel ABRI dari Kodam I/BB, Satgas Marinir, dan Brimob Polri.

Dua pesawat heli TNI AD yang memantau situasi kota dan lokasi kawasan pertempuran tampak mengitari kota sejak pagi sampai petang. Sementara warga kota Lhokseumawe terpaksa tinggal di rumah karena jalan-jalan kota sebagian ditutup, dan aparat keamanan membubarkan setiap kerumunan massa yang berada di lokasi rawan.

Dari RSU Lhokseumawe diperoleh keterangan bahwa beberapa keluarga korban khawatir akibat mendengar kekurangan obat dan ruang tempat perawatan. Salah seorang perawat mengatakan semua zal sekarang penuh, dan korban luka tembak yang masuk sejak Minggu pagi sampai malam terus bertambah. Banyak yang kekurangan cairan infus dan obat-obatan untuk operasi.

Disebutkan ada 13 korban yang membutuhkan operasi, dan dokter baru menyelesaikan tujuh operasi untuk menyelamatkan korban yang luka tembak dan mengalami pendarahan berat.

Namun dari informasi warga, diperoleh juga keterangan masih ada lagi korban tewas namun tidak dibawa lagi ke RSU Lhokseumawe, melainkan langsung diambil dan dikebumikan oleh keluarga.

Salah seorang di antara korban tewas adalah seorang gadis. Ia dibawa ambulans RSU ke Desa Kandang, sekitar pukul 18.00 WIB. Sedangkan jenazah korban tewas di RSU juga diambil oleh keluarga dan dengan bantuan ambulans RSU diantar ke desanya untuk dikebumikan.

Hasan Tiro

Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Jhonny Wahab yang dihubungi Minggu malam mengatakan, serangan itu untuk membebaskan Mayor Edi Suyanto yang disandera oleh sekelompok orang dan hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

Dikatakannya, sebelum serangan Operasi Satgas Wibawa 98 yang dipimpin Kapolres Aceh Utara Letkol (Pol) Drs Iskandar Hasan, telah dilakukan negosiasi dengan organisasi kelompok Kandang.

Namun negosiasi melalui penyebaran selebaran dengan pesawat heli ke Desa Kandang yang jadi markas kelompok Aceh Merdeka Ahmad Kandang, gagal. Selebaran itu dijawab dengan telepon ke Markas Korem 011/LW yang isinya peringatan bahwa mereka akan membunuh lagi tentara yang ada di jalan-jalan karena telah membunuh ribuan orang Aceh. Ajakan musyawarah ditolak dan mereka mengatakan musyawarah agar langsung dengan Tengku Hasan Tiro.

Menurut Kolonel Wahab, meski dikomandani Kapolres Iskandar, namun karena terbatasnya kemampuan personel Polri, operasi tersebut dibantu ABRI yang ada di Lhokseumawe dan juga bantuan yang dikirim dari Medan. Komandan Korem juga menyebutkan ABRI mengalami kesulitan berhadapan langsung dengan kelompok penentang itu karena mereka selalu dibentengi oleh masyarakat, yang umumnya wanita dan anak-anak.

Belasan bangunan dibakar

Dilaporkan juga bahwa belasan bangunan pemerintah dibakar massa, termasuk Kantor Imigrasi, Kantor Pelayanan PBB, Pengadilan Negeri, sebuah gudang beras Sub Dolog, Kantor Polsek Syamtalira Bayu, Polsek Aron, Polsek Tanah Luas, Kantor Camat Tanah Pasir, Kantor Camat Aron, Kantor Statistik, Dinas Kebersihan. Umumnya yang dibakar berada di luar kota Lhokseumawe.

Menurut pengamatan Kompas hingga pukul 20.00 WIB hari Minggu, situasi Lhokseumawe masih tetap mencekam. Ketegangan yang terjadi sejak pagi akibat serangan ke desa Pusong yang terletak di kawasan pantai Lhokseumawe, mulai berkurang sejak pukul 14.00 WIB. Malam hari situasi mulai mencekam kembali karena ada jalan-jalan yang masih tetap diblokir.

Pasukan ABRI tampak dalam siaga penuh dengan keadaan siap tempur di berbagai lokasi rawan, terutama dalam kota. Suasana kota sepi. Daerah luar kota yang juga mencekam adalah di Kecamatan Kuta Makmur, Muara Dua, Matangkuli, Syamtalira Bayu, dan Aron. Massa dilaporkan terus bergerak ke arah timur mendekati Idi dan Peureulak di Kabupaten Aceh Timur. (y)